Singaraja – Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum seseorang melakukan perjalanan? Apakah perjalanan hanya membutuhkan tiket, tujuan, dan perlengkapan pribadi? Bagaimana jika seseorang memiliki riwayat penyakit, bepergian ke daerah berisiko, atau mengalami keluhan kesehatan setelah kembali dari perjalanan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi pembuka penting dalam kegiatan Expert Masterclass yang diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha. Mengangkat topik “Pretravel Planning & Post-Travel Evaluation”, kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 10 Mei 2026, bertempat di Ruang Kelas Klasikal 1A, Lantai 3 Gedung Laboratorium Kesehatan Terintegrasi FK Undiksha, Singaraja.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ns. I Ketut Sudiarta, S.Kep., M.Kep., FISQua, CPCC, selaku Manager of Nursing Inmedika Hospital. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa perjalanan tidak hanya berkaitan dengan mobilitas, tetapi juga menyangkut kesiapan kesehatan, pencegahan risiko, serta evaluasi kondisi kesehatan setelah perjalanan.
Kuliah pakar ini diikuti oleh dosen serta mahasiswa keperawatan semester IV Program Studi Sarjana Keperawatan FK Undiksha. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi, diskusi, serta pendalaman kasus yang berkaitan dengan asesmen kesehatan sebelum perjalanan, identifikasi risiko perjalanan, edukasi kepada calon pelaku perjalanan, hingga evaluasi kondisi kesehatan pascaperjalanan.
Topik Pretravel Planning & Post-Travel Evaluation menjadi semakin relevan bagi mahasiswa keperawatan, terutama dalam konteks Bali sebagai daerah pariwisata dengan mobilitas masyarakat dan wisatawan yang tinggi. Perawat memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, melakukan deteksi dini risiko kesehatan, serta membantu individu maupun kelompok agar dapat melakukan perjalanan secara lebih aman dan sehat. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa perencanaan kesehatan sebelum perjalanan perlu memperhatikan kondisi individu, riwayat penyakit, tujuan perjalanan, potensi risiko lingkungan, serta kesiapan fisik dan mental. Sementara itu, evaluasi pascaperjalanan diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan gangguan kesehatan yang muncul setelah bepergian, seperti keluhan infeksi, kelelahan, stres perjalanan, maupun kondisi lain yang membutuhkan tindak lanjut.
Pelaksanaan kuliah pakar ini menjadi salah satu bentuk komitmen FK Undiksha dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan layanan keperawatan. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman mahasiswa secara teoritis, tetapi juga membuka wawasan tentang peluang kontribusi perawat dalam bidang travel health nursing.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan FK Undiksha diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi, kreativitas, dan kepekaan profesional dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat NERS Undiksha: From Empathy to Impact, yaitu menghadirkan pembelajaran keperawatan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga berdampak bagi masyarakat. (Red_FK)








