Singaraja – Tim dosen Universitas Pendidikan Ganesha melaksanakan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui pengembangan Desa Sajiva Digital di Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Program ini berfokus pada pemberdayaan kader posyandu sebagai gatekeeper kesehatan mental berbasis nilai lokal Tri Hita Karana. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat tahun pendanaan 2026 yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program Desa Sajiva Digital dikembangkan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental masyarakat, mengurangi stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa, serta memperkuat peran kader posyandu dalam mengenali tanda awal masalah kesehatan mental di lingkungan desa. Kader posyandu memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan warga, keluarga, dan lingkungan sosial di tingkat banjar.
Ketua tim pelaksana, Ns. Shofi Khaqul Ilmy, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan masyarakat. Menurutnya, masyarakat desa perlu memiliki pemahaman yang benar bahwa masalah kesehatan mental bukan aib, bukan kutukan, dan bukan kondisi yang harus disembunyikan.
“Melalui Desa Sajiva Digital, kader tidak diarahkan untuk mendiagnosis gangguan jiwa. Kader berperan dalam edukasi, pengenalan tanda awal, pendampingan sederhana, menjaga kerahasiaan, serta menghubungkan warga atau keluarga dengan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa, Poskesdes, Puskesmas Sukasada I, dan kelompok kader posyandu. Selanjutnya, tim melaksanakan pelatihan kepada kader mengenai konsep dasar kesehatan mental, komunikasi empatik, pengurangan stigma, pengenalan tanda risiko dan kekambuhan, dukungan keluarga, serta alur bantuan dan rujukan.
Sebanyak 49 kader posyandu Desa Selat terlibat dalam kegiatan pelatihan. Kader memperoleh modul pelatihan sebagai pegangan dalam melakukan edukasi kesehatan mental di masyarakat. Selain itu, tim juga menyiapkan berbagai media pendukung berupa leaflet kesehatan mental berbasis Tri Hita Karana, poster edukasi, banner kegiatan, SOP rujukan, dan buku manual penggunaan website. Selain kegiatan edukasi dan pelatihan, program ini juga mengembangkan sistem informasi sederhana berbasis website yang disebut Sajiva Digital. Sistem ini dirancang untuk mendukung edukasi kesehatan mental, skrining mandiri berbasis QR, pencatatan pendampingan secara terbatas, serta dashboard agregat untuk monitoring program. Dashboard hanya menampilkan data secara umum tanpa membuka identitas pribadi warga.
Melalui program ini, kader diharapkan mampu menjadi penghubung awal antara masyarakat dan layanan kesehatan. Peran kader bukan menggantikan tenaga kesehatan, melainkan membantu warga lebih cepat mengenali masalah, mengurangi stigma, mendampingi keluarga, dan mendorong akses bantuan yang tepat.
Pemerintah Desa Selat dan tenaga kesehatan setempat turut mendukung pelaksanaan program melalui penyediaan tempat kegiatan, koordinasi peserta, serta penguatan rujukan berbasis komunitas. Kolaborasi antara perguruan tinggi, desa, kader, Poskesdes, dan Puskesmas diharapkan dapat memperkuat upaya promotif dan preventif kesehatan mental di tingkat desa. (Red_FK)

















