Singaraja – Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (FK Undiksha) menerima kunjungan resmi dari delegasi School of Health Science, Mae Fah Luang University (MFU), Thailand, pada Senin, 30 Maret 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kolaborasi akademik dan riset lintas negara di bidang kesehatan.
Rombongan delegasi MFU terdiri dari lima anggota peneliti dan dosen yang tergabung dalam Area Based Research and Innovation in Cross Border Health Group. Kunjungan ini dipimpin oleh perwakilan dari School of Health Science MFU guna menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan FK Undiksha.
Kegiatan diawali dengan pemaparan profil institusi dari kedua belah pihak untuk memahami potensi kerja sama yang dapat dikembangkan. Acara inti dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang menandai komitmen kedua pihak khususnya dalam dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.
Dalam sesi research collaboration discussion, kedua institusi berfokus pada pertukaran pengetahuan mengenai: Situasi kesehatan masyarakat di Indonesia dan Thailand serta Pengembangan riset bersama di masa depan untuk publikasi internasional.
Sebagai bagian dari transfer pengetahuan, kegiatan ini juga menghadirkan International Guest Lecture yang diisi oleh pihak dari Mae Fah Luang University : Asst. Prof. Phitsanuruk Kanthawee, Ph.D. (Department of Public Health ): Memaparkan materi bertajuk “Health Care Provider and Access to Care Services for Migrant Populations: A Case Study in Thailand”. Beliau menyoroti tantangan dan solusi dalam memberikan akses layanan kesehatan bagi populasi migran di wilayah perbatasan dan Assoc. Prof. Onnalin Singkhorn (Department of Mental Health, School of Nursing ): Membawakan topik “Mental Health and Neuropsychiatry: Redefining the Mind-Body Connection”. Presentasi ini mendalami hubungan antara kesehatan mental dan neurologi dalam praktik keperawatan modern.
Kunjungan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi program pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penelitian kolaboratif yang berdampak luas bagi pengembangan ilmu kedokteran dan kesehatan di kedua negara. (Red_FK)











