Singaraja – Komitmen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dalam mencetak lulusan bidan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing terus diwujudkan melalui penguatan kualitas pendidikan klinik berbasis Outcome Based Evaluation (OBE). Salah satunya dengan menyelenggarakan Refreshment Penyamaan Persepsi Preceptor dan Mentor Program Studi Pendidikan Profesi Bidan yang berlangsung secara daring pada 31 Juli–1 Agustus 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Kebidanan, Fakultas Kedokteran Undiksha ini diikuti oleh seluruh pembimbing klinik bidan di puskesmas sebanyak 16 orang, RS Pendidikan FK Undiksha (RSUD Kab. Buleleng) sejumlah 5 orang, dan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) sejumlah 20 orang serta dosen D3 kebidanan, dan Pimpinan FK Undiksha, WD1, WD2 dan WD 3, serta perwakilan dosen dari Keperawatan, sarjana dan profesi bidan FK Undiksha sejumlah 22 orang. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dengan berbagai lahan praktik, mulai dari rumah sakit, puskesmas, TPMB, hingga layanan kesehatan berbasis komunitas.
Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Undiksha Dr. Luh Nik Armini, S.ST., M.Keb menjelaskan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam mencapai kompetensi sebagai bidan profesional tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kampus, tetapi juga sangat bergantung pada tujaun pembelajaran yang ditetapkan di kurikulum kebidanan, dan kualitas pendampingan selama praktik klinik. Dalam hal ini, peran preceptor dan mentor menjadi sangat strategis sebagai fasilitator yang mendampingi mahasiswa mengembangkan keterampilan klinis, profesionalisme, komunikasi, hingga pengambilan keputusan berbasis bukti. “Setiap lahan praktik memiliki karakteristik, pengalaman, dan keunggulan yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan penyamaan persepsi agar seluruh pembimbing klinik memiliki pemahaman yang sama mengenai kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, pengalaman belajar tik, metode assessment, hingga instrument yang digunakan sehingga mahasiswa dapat dinyatakan kompeten sebagai seorang bidan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Undiksha berupaya memperkuat harmonisasi antara institusi pendidikan dengan seluruh mitra lahan praktik. Keselarasan tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar klinik yang konsisten, suportif, dan berkualitas sehingga mahasiswa memperoleh pembelajaran yang optimal di setiap wahana praktik.
Selain menjadi forum penyamaan persepsi, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas preceptor dan mentor dalam menerapkan teknik bimbingan klinik yang efektif, reflektif, serta berbasis bukti (evidence-based practice) dengan berbasis OBE. Penguatan komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh mitra praktik juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan profesi bidan secara berkelanjutan.
Untuk memperkaya wawasan peserta, kegiatan menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang pendidikan kedokteran dan kesehatan, yakni Dr. Yuni Susanti Pratiwi, dr., M.Kes, Manajer Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, tentang Paradigma dan Implementasi Outcome Based Education (OBE) dalam Pendidikan Klinik Profesi Bidan, juga materi tentang Assesment dan Evaluasi Kompetensi Outcome Based Education (OBE) dalam Pendidikan Klinik Profesi Bidan serta Sinar Pertiwi, SST., MPH, dosen Poltekkes Kementerian Kesehatan Tasikmalaya memfasilitasi materi tentang Peran Perseptor Mentor Dalam Menjaga Kualitas Lulusan serta strategi pendampingan mahasiswa yang efektif sesuai tuntutan kurikulum berbasis luaran (Outcome-Based Education/OBE).
Melalui penyelenggaraan Refreshment Penyamaan Persepsi ini, Fakultas Kedokteran Undiksha menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan profesi yang berkualitas melalui kolaborasi yang erat dengan seluruh mitra lahan praktik. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan bidan yang tidak hanya unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga adaptif, profesional, serta siap memberikan pelayanan kebidanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Red_FK)











