Singaraja – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali membuktikan komitmen nyatanya dalam menghadirkan solusi ilmiah berbasis kesehatan dan ekonomi bagi masyarakat. Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA Tahun 2026, tim dosen lintas disiplin ilmu Kedokteran dan Keperawatan Undiksha turun langsung ke Desa Sangsit, Buleleng, Bali. Mengusung tajuk “Inovasi Sehat dari Desa Sangsit: Transformasi Sudang Lepet Sehat,” aksi pengabdian ini menyasar industri rumah tangga pengolah Sudang Lepet milik Bu Murtini guna mentransformasi kuliner khas Bali Utara tersebut menjadi produk yang higienis, aman dari risiko kanker, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Sudang Lepet selama ini dikenal sebagai kuliner olahan ikan asin khas yang sangat digemari karena cita rasanya yang renyah dan gurih. Namun, proses pengolahan tradisional yang mengandalkan penjemuran terbuka di bawah sinar matahari menyimpan potensi bahaya kesehatan yang cukup serius. Metode konvensional ini membuat ikan rentan terpapar debu, polusi, mikroorganisme, radiasi UV secara langsung, serta memicu terbentuknya senyawa nitrosamin yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker). Selain risikonya terhadap kesehatan, ketergantungan pada cuaca membuat kualitas kerenyahan, kadar air, dan warna produk menjadi tidak stabil, sehingga produsen sulit menembus pasar modern yang menerapkan standar keamanan pangan ketat.
Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdi Undiksha hadir membawa solusi teknologi tepat guna berupa Oven Pengering Ikan Tipe Kabinet berbahan stainless steel food-grade. Teknologi ini dirancang khusus untuk memotong rantai paparan polutan dan sinar UV matahari. Dengan kontrol suhu yang optimal dan terukur, oven pengering ini mampu mempercepat proses pengeringan ikan, menjaga kebersihan, serta secara efektif menekan pembentukan senyawa berbahaya karsinogenik tanpa merusak nutrisi maupun cita rasa khas Sudang Lepet. Edukasi mengenai higiene sanitasi dan pencegahan risiko kanker pun diberikan sebagai fondasi awal agar mitra memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya keamanan pangan.
Inovasi ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Dipimpin oleh I Putu Bayu Agus Saputra, S.Si., M.Si., program ini berlangsung pada 17 Mei hingga 9 Agustus 2026 bersama mitra Industri Rumah Tangga (IRT) Bu Murtini di Desa Sangsit.
Tidak berhenti pada modernisasi teknologi produksi, tim dosen dan mahasiswa Undiksha juga memberikan pendampingan manajemen usaha secara holistic dari hulu ke hilir. Mitra dibekali pelatihan pencatatan keuangan dan pembukuan sederhana agar mampu mengelola modal, menghitung biaya produksi, serta memproyeksikan keuntungan usaha secara akurat. Guna meningkatkan nilai tambah produk di mata konsumen, tim pengabdi mendampingi pembuatan kemasan anyar menggunakan bahan food-grade yang lebih aman, higienis, dan menarik. Pelatihan pemasaran digital turut diselenggarakan agar mitra mahir menggunakan media sosial dan marketplace sebagai sarana mempromosikan Sudang Lepet Sangsit ke pasar yang lebih luas.
Ketua Tim Pengabdi Undiksha menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk hilirisasi riset kampus untuk menjawab permasalahan nyata di masyarakat. “Pemberdayaan ini bukan sekadar tentang mendorong pertumbuhan ekonomi warga, tetapi tentang tanggung jawab moral kita untuk mewariskan produk kuliner lokal yang sehat, higienis, dan aman bagi kesehatan generasi masa depan bangsa,” ujarnya.
Penyelenggaraan dan keberhasilan Program PKM BIMA Tahun 2026 ini dapat terwujud berkat dukungan pendanaan dana hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Tim Pengabdi Universitas Pendidikan Ganesha menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kemendiktisaintek atas kepercayaan dan fasilitasi pendanaan yang diberikan, serta kepada LPPM Undiksha, Kelompok Mitra Sudang Lepet Bu Murtini, dan seluruh pihak di Desa Sangsit yang telah bersinergi demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan berdaya secara ekonomi. (Red_FK)








