Singaraja – Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Penyusunan Dokumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Profesi Dokter (3/6/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan mutu pendidikan dan persiapan menghadapi proses akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes).
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh pimpinan fakultas, tim penyusun dokumen akreditasi, dosen, tenaga kependidikan, serta berbagai unsur pendukung di lingkungan Fakultas Kedokteran Undiksha. Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai mekanisme akreditasi, penyusunan dokumen evaluasi diri, serta kesiapan menghadapi asesmen kecukupan dan asesmen lapangan.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kedokteran Undiksha, Prof. Dr. M. Ahmad Djojosugito, dr., Sp.OT(K), MHA, MBA, menegaskan bahwa akreditasi merupakan instrumen strategis dalam menjamin mutu pendidikan kedokteran sekaligus menjadi sarana evaluasi berkelanjutan bagi institusi.
“Akreditasi merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi diri secara menyeluruh. Melalui proses ini, kita dapat mengidentifikasi berbagai capaian yang telah diraih sekaligus menyusun strategi pengembangan yang berkelanjutan. Melalui pelaksanaan Bimtek ini Program Studi Pendidikan Profesi Dokter diharapkan dapat mewujudkan kinerja program studi secara berkualitas dan komprehensif yang dituangkan dalam dokumen evaluasi diri.”
Prof. Ahmad Djojosugito juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk berperan aktif dalam proses akreditasi melalui penyediaan data yang akurat serta dokumen pendukung yang lengkap sehingga hasil akreditasi sesuai dengan yang diharapkan. Beliau menekankan bahwa keberhasilan akreditasi merupakan hasil kerja kolektif seluruh komponen fakultas, sehingga sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam mencapai hasil yang optimal.
Ketua Panitia kegiatan, Dr. dr. I Made Kusuma Wijaya, S.Ked., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh dokumen akreditasi disusun secara sistematis, komprehensif, dan sesuai dengan instrumen akreditasi yang berlaku. Melalui kegiatan pendampingan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai strategi penyusunan dokumen, identifikasi data dukung, serta berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam proses penilaian akreditasi.
“Bimbingan teknis ini menjadi wadah bagi seluruh tim untuk menyamakan persepsi sekaligus melakukan telaah terhadap dokumen yang telah disusun. Berbagai masukan dari narasumber dan asesor diharapkan dapat memperkuat kualitas dokumen sehingga mampu merepresentasikan seluruh capaian program studi secara optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penyusun Laporan Evaluasi Diri (LED), Dr. dr. Made Kurnia Widiastuti Giri, S.Ked., M.Kes., menegaskan bahwa penyusunan LED memerlukan keterlibatan aktif seluruh unit kerja di lingkungan Program Studi Kedokteran serta Fakultas Kedokteran. Menurutnya, LED harus mampu menggambarkan kondisi nyata program studi, capaian yang telah diraih, tantangan yang dihadapi, serta strategi pengembangan yang akan dilaksanakan pada masa mendatang. (Red_FK)









